Takut Menyesal di Kemudian Hari, Dapat Membuat Pikiran Anda Tidak Jernih

Aldy Pradana
2 min readJan 8, 2021

--

Markmanson.net

Penyesalan adalah perasaan yang didapatkan karena mengambil keputusan yang salah.

Ambil contoh dari cerita ini:

Paul memiliki saham di perusahaan A.

Selama setahun, ia mempertimbangkan untuk menjual sahamnya, dan membeli saham di perusahaan B.

Pada akhirnya, Paul tidak melakukan itu.

Sekarang, dia tahu bahwa kalau ia melakukannya, hartanya akan bertambah 1.200 dolar.

Pernah menyesal memberikan perasaan lanjutan, yaitu takut menyesal.

Takut menyesal menjadi tema utama di bab ke 82 dari buku The Art of Thinking Clearly (99 Sesat Pikir), Rolf Dobelli.

Sebelum lanjut, bagi yang menyukai baju polos, Arsenio Apparel Store mempunyai beberapa baju polos dengan berbagai macam warna. Silakan klik link berikut. Terima kasih 🙂

Instagram: @arsenio.store.id

Berkat takut menyesal, kita jadi sulit membuang barang, yang sebenarnya sudah tidak lagi dibutuhkan.

Kita takut, ketika suatu hari nanti membutuhkan barang tersebut, ternyata barangnya sudah terlanjur dibuang.

Takut menyesal menjadi sangat menjengkelkan saat digabung dengan tawaran “kesempatan terakhir”.

Kesempatan terakhir untuk melihat badak, sebelum mereka punah.

Bayangkan,

Anda sudah lama bermimpi untuk memiliki rumah.

Lahan sekarang sudah langka. Hanya tersisa sedikit lahan dengan pemandangan laut.

Sisa 3, lalu 2, dan kini hanya 1.

Muncul kalimat: “Ini kesempatan terakhir Anda!”

Pikiran Anda goyah, lalu Anda menyerah dengan segera membeli lahan itu dengan harga yang selangit.

Podcast: Aldy Pradana

Takut menyesal mengelabui pikiran kita.

Seakan-akan itu tawaran sekali seumur hidup. Padahal pada kenyataannya, tanah dengan pemandangan laut akan selalu tersedia di pasar.

“Kesempatan terakhir” membuat kita melanda kepanikan, dan perasaan takut menyesal memperparah panik tersebut.

Itu tadi yang saya rangkum dari bab ke delapan puluh dua dari buku The Art of Thinking Clearly (99 Sesat Pikir), Rolf Dobelli. Kemungkinan, saya akan merangkum lagi di beberapa postingan ke depan, pastinya dengan gaya bahasa saya.

Semoga bermanfaat.

Sekian dan terima kasih.

--

--

Aldy Pradana

Talks about Social Media, Movies, & Pop culture | Personal Blog: aldypradana.com | Instagram: @aldy_pradana17 & @arsenio.store.id