Nostalgia Awal Belajar Gitar

Aldy Pradana
3 min readOct 15, 2023

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sekitar awal bulan September 2023, saya kembali memiliki gitar akustik.

Dulu saya sempat punya gitar akustik zaman masih SD-SMP-SMA-Kuliah. Awal saya punya gitar itu saat SD kelas 5, karena dikasih bude. Gitar ini yang menemani saya belajar chord dasar. Selang beberapa tahun, gitar itu menua, dan semakin tidak layak untuk dipakai. Lalu, saya mebeli gitar milik teman SMP. Gitar itu bertahan lumayan lama, dari saya SMA sampai kuliah. Gitar ini yang menemani ngulik saat lagi rajin ngeband.

Kemudian, gitar itu saya tinggal selama saya kerja. Saat saya sudah menikah, gitar itu masih ada, tapi sudah banyak bagian yang rusak. Akhirnya, saya ikhlaskan untuk membuangnya.

Ide punya gitar lagi berasal dari ayah saya, yang memberitahu untuk les gitar. Karena kata beliau, lumayan untuk sampingan. Mulanya, saya menolak karena kurangnya koneksi di kota yang sekarang. Namun, pada akhirnya, saya mengiyakan, dan memulai bikin konten bergitar untuk mengasah jari-jemari, juga sekalian buat promo untuk les gitar tersebut.

Saya membeli gitar ini di toko gitar Urika: https://shope.ee/4AYMElZRjN?share_channel_code=1

Saya bersama istri dan anak saya, mencari dan mencoba gitar dari yang harganya 100 ribuan sampai 500 ribuan. Dan memang, harga menyesuaikan kualitasnya. Semakin mahal, semakin enak suaranya. Semakin murah, semakin kurang suaranya.

Saya tidak langsung membeli di toko gitar tersebut. Saya sempat mencari-cari dan membandingkan dengan toko gitar lain, dan ternyata, di toko gitar Urika yang paling cocok.

Saya kembali ke toko gitar yang pertama saya kunjungi, dan sekarang, benar-benar berniat untuk membeli gitarnya. Saya coba untuk genjrengan biasa, melodi di tiap senar. Dari senar 1–6. Tiap fret dicoba, karena ada gitar yang pada fret tertentu, bunyinya kurang memuaskan (biasanya di harga menengah, ada gitar seperti ini).

Seperti orang pada umumnya, setelah stem gitar, paling enak dicoba dengan intro Semua Tentang Kita dari Peterpan/NOAH. Chordnya basic, hampir menjangkau semua chord yang ada.

Gitarnya termasuk oke buat rhythm dan melodi.

Akan banyak lagu cover dari Peterpan/NOAH, karena berkat band inilah saya mempelajari chord dasar. Lagu Padi dan Dewa punya banyak chord untuk saya pelajari. Berkat lagu Mimpi Yang Sempurna dari Peterpan, saya belajar 4 chord sederhana, Em C G D.

Dari situ, saya mengikuti banyak lagunya, sampai mengulik intro dan interlude dari beberapa lagunya.

Jelas ada lagu luar yang saya coba cover. Lagu yang chord dan melodinya simple seperti dari Linkin Park dan Green Day.

Untuk sekarang, saya akan mengulik lagu-lagu yang pernah saya mainkan saat saya sekolah (SMP-SMA-kuliah). Nostalgia lagu awal belajar gitar, sekalian melatih jari jemari agar tidak kaku lagi.

Saya akan mengupload lagu cover di YouTube (Shorts): https://youtube.com/@AldyPradana17?si=fxRPtPR5QciVfBFS

Subcribe if you like my content.

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

--

--

Aldy Pradana

Talks about Social Media, Movies, & Pop culture | Personal Blog: aldypradana.com | Instagram: @aldy_pradana17 & @arsenio.store.id