Naiknya Sepatu Lokal & Bentuknya Yang Hampir Seragam

Sepatu NAH Project

Saya sudah dua kali menggunakan produk sepatu lokal.

Pertama itu dari NAH Project. Edisi FlexKnit 2.0 yang sebelumnya naik, gara-gara pernah dipakai Presiden Jokowi.

Saya mencoba NAH Project karena penasaran dengan teknologi knitnya. Itu pertama kalinya, ada sneakers lokal yang berbahan knit. Secara pemakaian, sepatunya enak. Insolenya empuk. Nyaman buat dipakai jogging.

Sepatu Geoff Max

Kedua, Geoff Max.

Saya sudah lama mengincar merek GMX ini. Baru beli produknya yang Dalton Off White.

Saya membeli ukuran 44. Sayangnya, saat saya membeli sepatu ini, ternyata kaki saya sedang “pembesaran” menuju 45. Baru beberapa kali pemakaian, sneakers ini sudah tak bisa saya pakai lagi.

Sehabis itu, saya belum menemukan produk sepatu lokal yang oke lagi.

Ada merek produk lokal yang menarik perhatian dan selalu ditunggu-tunggu masyarakat, yaitu sepatu Compass.

Sepatu Compass

Setiap penjualannya selalu ludes. Setiap seri barunya laku dengan sangat cepat. Bahkan, ketika sepatunya dijual kembali, harganya bisa naik berkali-kali lipat.

Efek naiknya sepatu Compass ini, berimpas ke tren sepatu canvas.

Saya lihat banyak produk sneakers lokal yang mirip semua. Model canvas bertebaran dimana-mana. Versi Low-Top atau High-Top. Harga pun terjangkau bagi anak sekolah atau sekolah.

Tentunya, ini tidak salah. Namanya juga bisnis. Menjual apa yang sedang dicari orang-orang.

Seperti dua merek ini, Patrobas dan Ventela.

Sepatu Patrobas
Sepatu Ventela

Pasti dua sepatu di atas mengingatkan kita semua dengan sesuatu.

Terlepas dari modelnya, dua merek ini ikut naik di tren sepatu canvas ini.

Kualitas terjaga, harga terjangkau. Impian para remaja di luar sana.

Compass X Bryant

Jika anda tidak masalah dengan model yang hampir mirip ini, beberapa merek yang saya sebutkan di atas punya kualitas yang oke. Tapi, kalau anda ingin sesuatu yang berbeda, 3 merek tadi sebenarnya memiliki edisi khusus.

Patrobas El Clasico

Compass sudah beberapa kali Collab, dan semua edisi collabnya di atas rata-rata sepatu lokal. Patrobas punya edisi batik, memadukan dengan budaya Indonesia yang khas. Ventela X Nevertoolavish punya seri yang akhirnya original.

Ventela X nevertoolavish

Saya kurang paham kenapa produk yang spesial ini tidak menjadi andalan utama mereka. Mungkin, menjaga ekslusivitas. Menjaga harga. Edisi spesial pasti butuh modal yang lebih. Harganya pastik naik, dan lumayan mengais kantong.

Yah, saya hanya berharap, naiknya sepatu lokal di Indonesia membawa banyak model sneakers yang lebih khas, lebih unik, dan berani. Siapa tahu salah satu produk asli negeri ini bisa berhasil menembus pasar internasional dengan modelnya yang luar biasa.

Personal Blog:

Tokopedia (Arsenio Store ID):

Talks about Social Media, Movies, & Pop culture | Personal Blog: aldypradana.com | Instagram: @aldy_pradana17 & @arsenio.store.id

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store