Memenuhi Kebutuhan, Bukan Keinginan

Saya akhir-akhir ini sering mengecek online shop.

Mungkin, efek 12.12 kemarin. Mungkin.

Dari semua barang yang saya lihat, saya sadar mana yang memang menjadi kebutuhan, mana yang cuma keinginan.

Contohnya begini.

Di online shop, biasanya ada wishlist terisi dari barang yang kita inginkan. Kalau di tempat saya, ada Macbook, iPad Pro, dan benda mahal lainnya.

Itu jelas keinginan, hehe.

Saya menunggu harga turun dan sesuai budget kantong saya. Itu pun harus melihat kondisi saya: butuh banget atau tidak.

Nah, terus kalau kebutuhan, itu barang yang memang akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari saya saat ini.

Misal, saya butuh riding gear untuk bermotor antar kota. Maka, saya membutuhkan: sarung tangan, jaket tebal, masker, helm full face, rompi.

Terus sekarang ada faktor musim hujan, maka barang bertambah: jas hujan dan rain cover untuk tas.

Podcast: Aldy Pradana

Apakah semua harus terpenuhi?

Tidak juga.

Kalau merasa sudah cukup dengan jaket yang dipunya sekarang, tidak perlu lagi beli jaket. Helm sekarang sudah oke, tidak usah beli baru lagi.

Cari yang benar-benar dibutuhkan, yang bisa membantu kegiatan sehari-hari, yang dapat menambah produktivitas anda sekarang.

Sadar dengan kebutuhan, sadar mana yang cuma keinginan.

Pahami mana yang benar-benar anda butuhkan, pahami apa yang benar-benar penting.

Sekian dari saya.

Semoga bermanfaat.

Talks about Social Media, Movies, & Pop culture | Personal Blog: aldypradana.com | Instagram: @aldy_pradana17 & @arsenio.store.id

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store