Jimmy Carr terkenal dengan jokes one-liner dan ofensif

Dark jokes menurut Wikipedia:

Black comedy, also known as black humour, dark humor, dark comedy, is a style of comedy that makes light of subject matter that is generally considered taboo.

Subjects that are normally considered serious or painful to discuss. Writers and comedians often use it as a tool for exploring vulgar issues by provoking discomfort, serious thought, and amusement for their audience.

Secara umum membahas hal tabu, sesuatu yang vulgar, memberikan ketidaknyamanan, pikiran serius, sebagai hiburan untuk penontonnya.

Versi audio saling melengkapi dengan versi dari postingan blog ini

Kalau di Indonesia, sangat sulit menemukan dark jokes di TV. Biasanya, banyak tersensor atau terpotong saat editing.

Di stand up comedy, di acara off air, banyak terselip dark jokes yang disengaja maupun tidak disengaja.

Sekarang, sedang naik kembali lagi berkat duo Coki-Muslim (MLI: Majelis Ulama Indonesia)

Sama dengan Jimmy Carr, Coki dan Muslim bisa dibilang “normal”. Mempunyai dua tangan, dua kaki, dua bola mata, dan anggota tubuh lain yang sehat.

Mereka membahas hal-hal sensitif, seperti difabel, tangan buntung, dan hal-hal serupa.

Bagi saya, ini seperti dipaksakan.

Jimmy Carr sadar hal ini, lalu membuat jokes tentang peraturan dark jokes

Look, before we start properly, we should probably talk about how PC works in comedy. So basically, how PC works in comedy is, if you’re directly involved or affected by something, you get a free pass. You’re allowed to joke about that thing.”

“So, for example, disabled people could joke about disability. Homosexual people could joke about being gay. Black or Asian people could joke about race. Those are the rules. So these two pedophiles walk into a park…”

(diambil dari The Best of Ultimate Gold Greatest Hits, Netflix)

Saya setuju dengan hal ini.

Orang asia boleh bercanda tentang orang asia. Orang jawa boleh bercanda tentang orang jawa.

Apakah kita tidak boleh membicarakan di luar ras kita? Sebenarnya, boleh-boleh saja. Tentu, dengan resiko tinggi.

Dibilang rasis.

Menyinggung orang lain.

Dianggap tidak berperasaan, dll.

Eranya benar-benar berbeda sekarang. Apalagi, dengan dark jokes ini.

Beberapa komedian, sebenarnya memaksakan komedi “gelap” ini dan untuk meraih tawa. Dan, mereka sepertinya tidak sadar dengan dampaknya.

Komedian membahas tangan buntung, lalu follower mereka tiba-tiba mengikuti dengan memberikan komentar yang mencoba lucu dengan membahas tangan buntung juga.

Terlalu memaksa. Terlalu out of context.

Tapi ini hanya opini saya saja.

Mungkin ada yang setuju, ada juga yang tidak setuju.

Ini pendapat saya tentang dark jokes.

Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Talks about Social Media, Movies, & Pop culture | Personal Blog: aldypradana.com | Instagram: @aldy_pradana17 & @arsenio.store.id

Talks about Social Media, Movies, & Pop culture | Personal Blog: aldypradana.com | Instagram: @aldy_pradana17 & @arsenio.store.id