[Cerita Berjualan] Rainbow Crepes Sidoarjo (Part 1: Belajar Mendirikan Booth dan Memasak Crepes)

Aldy Pradana
4 min readFeb 27, 2023

--

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pada postingan kali ini, saya akan menceritakan cerita berjualan saya. Di awal tahun 2023 ini, saya dan istri punya project besar, yaitu membuka usaha sendiri. Setelah melihat-lihat dan berdiskusi berkali-kali, kami memutuskan membuka franchise Rainbow Crepes.

Kami membuka franchise karena merasa lebih mudah secara teknis. Sudah ada desain yang jadi, sudah dapat booth, sudah dapat tutorial cara memasak dan seterusnya. Kalau ada suatu masalah, kami dapat bertanya (dan juga protes), lalu kami mendapat solusi dari masalah tersebut. Jadi, kami lumayan terbantu. Tidak harus memulai bisnis dari 0 banget.

Versi Podcast postingan ini: https://open.spotify.com/episode/4Pfb1IO9S4jvTxQzeKNI4D?si=yc1LmqkySCKfHpVPaZuGGA

Mendirikan Booth

Pertengahan Januari 2023, kami melakukan pembayaran, mengurusi administrasi dan juga pembukuan secara kasar. Lalu pada hari Sabtu, 21 Januari, kami memulai mendirikan boothnya. Kami sudah mendapatkan booth sekitar hari Rabu atau Kamis (18–19 Januari), cuma kami baru dapat memulai mendirikan pada hari Sabtu.

Sebelum paket booth dikirim, kami sudah melihat video tutorial cara membuatnya. Kami juga sudah mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan, seperti palu, paku, obeng, dan bor. Kami meminjam bor, tanpa ada pengalaman memakai sebelumnya.

Kami membuka paket boothnya, yang terbungkus dengan rapi dan aman. Kami rekam proses unboxingnya agar kalau ada yang kurang barangnya, kami ada bukti untuk meminta melengkapi barang tersebut ke admin.

Semua berjalan dengan lancar. Menyusun meja selesai tanpa kendala, memasang kompor dan elpiji juga terpasang dengan mudah. Namun, itu berubah ketika kami harus berurusan dengan pengeboran.

Untuk memasang tiang booth, kami dituntut menggunakan bor. Dengan bor memang memudahkan memasang baut, dan lebih mudah dibongkar pasang. Masalahnya, kami tidak pernah memakai bor sebelumnya.

Kami bolak-balik melihat video YouTube, hanya untuk memasang mata bor. Saya dan istri berdebat, tentang cara pasang dan cara menggunakannya. Saya tidak sempat mendokumentasikan bagian ini, karena saking ribetnya situasi tersebut.

Untungnya, kami menemukan jalan terang dan solusinya, dan kami berhasil memasang baut sesuai video tutorial yang diberikan. Kami dapat membuka jalur untuk baut, dan memasangnya dengan pas. Meja dan tiang booth berdiri, walau kami tahu, masih tidak sempurna.

Problematika Membuat Crepe

Kami selesai mendirikan booth, tapi itu hanya latihan saja. Karena kami membangun booth di lantai dua. Pada saat nanti kami memindahkan booth ke lokasi penjualan, kami harus membongkar lagi satu per satu bagiannya, lalu membangun lagi di teras rumah. Itu semua akan saya ceritakan selengkapnya di PART 2.

Anggaplah urusan booth sudah selesai, sekarang kami fokus belajar cara memasak crepenya. Saya bacakan dulu apa itu Crepe.

Menurut Wikipedia, Crêpe (bahasa baku: krep) adalah panekuk tipis yang terbuat dari gandum dan merupakan makanan yang sangat digemari di seluruh Eropa dan tempat lainnya. Bahan utamanya adalah terigu, telur, susu, mentega, dan garam. Terdapat dua jenis crêpe, yaitu crêpe manis yang terbuat dari tepung gandum dan crêpe asin yang terbuat dari tepung buckwheat.

Istri saya mencoba membuat crepe ini berkali-kali. Kalau melihat tutorialnya, langkah-langkahnya sederhana. Pertama, membuat adonan. Kedua, menyalakan pan dan menuangkan adonan. Ketiga, menaruh toping sesuai pesanan. Keempat, crepe diambil dari pan, lalu selesai.

Membuat adonan itu mudah, tapi saat mulai memasak, ini baru agak tricky. Kalau pannya terlalu panas, crepenya tidak akan bagus hasilnya. Kalau mengambilnya tidak benar, crepenya bisa rusak.

Bagian memasak dan mengambil crepe dari pan ini paling krusial. Istri saya harus berulang kali membuatnya, baru akhirnya berhasil menciptakan crepe sesuai video tutorialnya.

Kami baru menyelesaikan 2 hal; mendirikan booth dan memasak crepe, yang ternyata butuh waktu berjam-jam dan banyak pikiran di kepala.

Masih ada memindahkan booth, mencari karyawan, preorder, dan COD yang akan saya ceritakan di part berikutnya.

Sekian untuk episode kali ini, terima kasih sudah membaca sampai akhir.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

--

--

Aldy Pradana

Talks about Social Media, Movies, & Pop culture | Personal Blog: aldypradana.com | Instagram: @aldy_pradana17 & @arsenio.store.id