Apa Yang Baru Dari Zack Snyder’s Justice League? (2021) #Snydercut [SPOILER ALERT]

Akhirnya, pada hari Kamis, 18 Maret 2021 jam 14.00 WIB, film Zack Snyder’s Justice League resmi tayang di HBO MAX dan HBO GO.

Saya langsung membuka aplikasi HBO GO pada jam 2 siang, lalu memilih poster film Justice League yang tertampang di halaman utama.

Saat saya play, filmnya tidak langsung tayang. Sepertinya, servernya down. Saya sempat cek di Twitter, ternyata itu juga terjadi di beberapa negara.

So, I guess the hype is real.

Sekarang tinggal, “Apakah hype-nya sepadan dengan kualitasnya?”

Baiklah, akan saya bahas satu per satu.

TULISAN DI BAWAH INI MENGANDUNG SPOILER

Mari saya mulai dari SEGI CERITA.

Inti ceritanya, hampir sama dengan Josstice League (2017). Batman mengumpulkan anggota, datang Steppenwolf mencari mother boxes, Superman hidup, Justice League melawan Steppenwolf di akhir film.

Pembedanya,

Cara berceritanya dan backstory tiap karakter.

Backstory dari tiap karakter sangat memperkuat filmnya. Seakan belajar dari Batman v Superman, di Justice League (2021), Zack Snyder mengajak penonton untuk peduli terhadap karakternya.

Snyder terkenal dengan style over substance, pada kali ini menambah unsur “hati” di film ini. Terutama pada bagian Cyborg.

Tidak hanya superheronya, bahkan Steppenwolf, punya latar belakang cerita dan motivasi yang jelas di film ini.

PENGAMBILAN GAMBAR

Ilmu saya terlalu sedikit untuk membahas sinematografi, tapi saya bisa bilang pengambilan gambar di ZSJL ini sangat niat dan ambisius.

Saya sempat membaca, Snyder ingin ZSJL ini seperti Lord of The Ring. Jujur, saya agak ragu. Tetapi, sesudah menonton filmnya, Snyder memang ingin semegah LOTR.

Film kolosal lengkap dengan perang dan aksi yang spektakuler, serta mitologi yang mendukung (sejarah bangsa amazon dan atlantis yang bergabung).

LOTR terkenal dengan trilogi yang sama kuatnya. Di ZSJL, Snyder sudah menyuguhkan sekilas tentang apa yang terjadi di Justice League 2.

Snyder sendiri tidak tahu apakah film tersebut akan ada. Melihat dari reaksi penonton ZSJL, kemungkinan besar mereka akan meminta sekuel.

#JusticeLeague2 #JusticeLeague3 #RestoreTheSynderverse

Instagram: @arsenio.store.id

DURASI

Ini memang sangat tricky.

Tidak semua dapat menonton film 4 jam. Membayangkan saja sudah lelah.

Tapi ternyata, film ini tidak terasa 4 jam.

Dengan pembagian 6 chapter (ternyata ada 1 chapter tambahan: epilog), film tahu kapan untuk menaruh adegan aksi, kapan untuk menyelipkan dialog, dan kapan untuk memilah tiap chapternya.

Bagi saya, 4 jam tidak terasa.

Kita tidak perlu menunggu di akhir film untuk adegan paling seru.

Tiap chapter punya big action scene. Tiap chapter punya momen spesialnya masing-masing.

BATMAN, WONDER WOMAN, SUPERMAN

SPOILER ALERT. Ingat, ini sudah peringatan ke sekian kalinya.

Batman punya visi dan misi yang sama, yang berbeda, tidak ada adegan Superman berkata, “Do you bleed?” terus melempar Batman.

Batman lebih serius, tidak ada adegan lucu yang tidak perlu. Menjadi pemimpin Justice League dan punya adegan aksi yang banyak.

Tidak ada adegan romansa antara Batman & Wonder Woman. Sebenarnya, saya suka romansa ini, Bruce Wayne butuh harapan di luar kehidupan melawan kriminal dengan kostum kelelawar. Tapi ya, sudahlah.

Wonder Woman menjadi pemimpin saat sedang berperang. Pengalamannya melawan Ares (lihat Wonder Woman 1), diperlihatkan di sini. Diana Prince punya banyak adegan aksi dari awal sampai akhir. Wonder Woman vs Steppenwolf juga oke 👌🏼.

Superman hidup lagi dengan cara yang sama. Tidak ingat siapa dirinya. Lalu, di akhir berhasil mengalahkan Steppenwolf.

Bagusnya, tidak ada lagi CGI penghilang kumis dan jenggot. Clark Kent/Superman berbicara seperti manusia normal pada umumnya. Itu adalah hal yang bagus.

Kekurangannya, Superman muncul sedikit sekali di sini. Pada Josstice League, Superman keluar lebih banyak. Punya adegan dan dialog yang mendukung karakternya. Menjelaskan kenapa dia penting bagi dunia, secara kekuatan dan kehadiran.

Semoga ada film lanjutannya (mari berharap ada), Snyder lebih dapat menyajikan, betapa pentingnya Superman/Clark Kent bagi dunia.

CYBORG, THE FLASH, AQUAMAN

Cyborg, the heart of the movie.

Cyborg punya cerita origins paling lengkap dibanding The Flash dan Aquaman.

ZSJL mengajak penonton peduli siapa Victor Stone. Peduli terhadap orang tuanya dan tragedinya. Cyborg punya kekuatan yang cukup sentral di ZSJL.

The Flash punya backstory sedikit, tapi efektif.

Di ujung pertarungan terakhir, dia mengingat kembali perkataan ayahnya, dan melakukan Flashpoint singkat untuk kembali mundur beberapa detik.

Sayangnya, Aquaman tidak tergambar banyak di sini (di Josstice League juga tidak, sih).

Mungkin, memang sudah ada request dari James Wan (sutradara film Aquaman) untuk tidak terlalu menggali latar belakang cerita dari Arthur Curry.

Secara kekuatan dia juga kurang berperan. Ada perannya, tapi paling sedikit dibanding yang lain.

Podcast: Aldy Pradana

Darkseid & Steppenwolf

Steppenwolf lebih beringas di ZSJL.

Lebih sadis, lebih menyeramkan. Pertarungan terakhirnya melawan Justice League lebih bagus. Di akhir pertarungan, Steppenwolf punya ending yang sama, yaitu tidak berdaya melawan Superman (kematiannya lebih mengenaskan, btw).

“I have turned one hundred thousand worlds to dust looking for those who robbed me of my glory. I will stride across their bones, and all of existence shall be mine!”

Darkseid

Darkseid, the bigger villain, yang dihapus di Josstice League.

Dimunculkan di ZSJL 1, untuk perkenalan dan persiapan di ZSJL 2 dan 3. Darkseid mengincar Anti-Life Equation.

Sesuatu yang dapat mengontrol manusia untuk tunduk dan patuh pada Darkseid. Di bagian Knightmare scene (ada juga di visi Cyborg), terlihat Superman memegang tubuh seseorang yang terbakar. Di belakangnya, ada Darkseid memegang bahu Superman.

Sepertinya, Superman akan dikuasai Darkseid.

Di visi Cyborg juga tampak Wonder Woman mati dan Darkseid membunuh Aquaman.

Darkseid menguasai bumi adalah yang terjadi di Knightmare, dan akan terjadi ZSJL 2 dan 3.

Melanjutkan pertanyaan di awal, “Apakah hype-nya sepadan dengan kualitasnya?”

Jawabannya,

Iya.

Hype-nya sepadan dengan kualitasnya.

Zack Snyder’s Justice League punya kualitas yang lebih baik dibanding Josstice League. Dari segi cerita, action scene, pengambilan gambar, dan petunjuk pada film berikutnya.

Memakai chapter adalah keputusan yang tepat. Pemisah bagian-bagian cerita yang panjang. Membuat durasi 4 jam seperti punya cerita-cerita kecil yang menyatu padu.

Film megah yang seharusnya tayang di bioskop (terutama IMAX).

Mari kita lihat keputusan Warner Bros atau HBO MAX. Sudah jelas, penonton ZSJL akan menunggu sekuel dari Justice League.

Social Media: https://beacons.ai/aldypradana17

Talks about Social Media, Movies, & Pop culture | Personal Blog: aldypradana.com | Instagram: @aldy_pradana17 & @arsenio.store.id

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store